senja di ujung kemarau

Matahari baru saja menuruni kaki langit, siluet menyala baru saja terhapus dari dinding langit,… sekejap kemudian gelap telah menyelimuti,….
Lampu-lampu rumah mulai menyala,.. tepian jalan pun mulai mengerlipkan cahaya, menembus rumpun-rumpun bambu yang memagari desaku..

Namun ditepi Bengawan solo ini, tubuhku masih terduduk lesu, menatap air yang mengalir perlahan,…menghanyutkan apapun yang ada di atasnya…
nanar mata ini berselancar pada beningnya, seolah menembus dasar sungai yang berpasir lempung,..

Kelap mata sesaat, serasa ingin menyatu dengan jernihnya suasana dasar sungai,…bersama iakn kecil yang menari, dan sinar bulan yang muali menerpa permukaanya,..

Kemarau telah tiba,..
meretakkan tanah-tanah gersang di sekitarku,…merontokkan gundukan-gundukan tanah kecil menjadi abu.

Categories: Buku | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: